Proyek pengecoran jalan di Jalan Raya Gandoang, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang seharusnya ditargetkan selesai pada 5 November, kini mangkrak tanpa kejelasan. Sudah lebih dari satu bulan sejak jalan tersebut ditutupi total, menyebabkan kelumpuhan aktivitas ekonomi warga setempat dan menghambat akses keluar – masuk pemukiman.
Penutupan tersebut seharusnya hanya berlangsung satu bulan, tetapi hingga kini, belum ada pekerja maupun alat berat yang kembali beroperasi di lokasi. Warga mengaku tidak mendapat informasi resmi oleh kontraktor maupun pemerintah daerah mengenai alasan keterlambatan tersebut.
” Toko saya sepi pelanggan karena orang – orang kesulitan untuk lewat. Saya sudah rugi besar selama hampir sebulan, “kata Siti Nurjanah, pemilik toko warung sembako di kawasan tersebut.
Dampak ekonomi juga dirasakan oleh pengemudi online dan pedagang kaki lima yang biasa melewati jalur tersebut. “kalau mau muter lewat jalur lain jauh sekali. Boros bensin, orderan turun, “kata Yanto, salah satu pengemudi ojek online.
Tak sanggup menunggu lebih lama lagi, pada Rabu (12/11/25) puluhan warga akhirnya sepakat untuk membuka kembali jalan yang sudah di cor setengah badan, meskipun pengerjaannya belum sepenuhnya selesai. Mereka membersihkan sisa pasir dan menyingkirkan penghalang jalan.
“Kami terpaksa membuka jalan. Kalau nunggu pemerintah, entah sampai kapan selesainya. Ekonomi warga sudah banyak yang lumpuh,”kata Rohmat, salah seorang warga.
Sementara itu, pihak terkait memberikan pernyataan resmi. Beberapa warga mengaku hanya mendapat jawaban bahwa “anggaran sedang di proses ulang”, tanpa penjelasan lanjutan.
Warga berharap pemerintah bergerak cepat menyelesaikan proyek ini, karena kondisi jalan yang belum sepenuhnya kering dan masih tidak rata berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
“Kami hanya ingin jalan ini selesai seperti yang dijanjikan, “kata Rohmat.
